MAKNA KEHIDUPAN

Oleh WangMuba , dalam ARTIKEL, Psikologi Umum

Hidup haruslah memiliki tujuan. Tanpa tujuan atau salah dalam menentukan tujuan, manusia tidak akan memperoleh apa-apa, takkan menjadi apa-apa, dan takkan menemukan makna tentang untuk apa dia ada. Jika seorang manusia mencoba untuk menghindari adanya makna dalam setiap pengalaman hidup yang dilaluinya, maka akan berdampak sangat buruk bagi kehidupannya. Tidak ada satupun manusia yang dapat mengabaikan arti penting makna hidup, dan pengalaman hiduplah yang akan memberikannya (Adler, 2004; Juliantara, 2004).

Makna hidup dapat ditafsirkan sebagai suatu proses yang dapat membuat seseorang merasakan hadirnya sebuah perubahan dalam dirinya, dan perubahan itu sangat mengesankan baginya. Sedikitnya, makna itu dapat memunculkan perasaan bangga, bahagia, sekaligus sebagai bentuk peneguhan bahwa dirinya berkembang ke arah yang lebih baik karena memperoleh sesuatu (Hernowo, 2004).

Brogaard & Smith (2005) mendefinisikan kebermaknaan hidup sebagai sebentuk nilai khusus yang dapat dihasilkan atau dapat diperoleh dalam setiap fase kehidupan manusia. Secara lebih spesifik keduanya menganggap bahwa kebermaknaan merupakan nilai puncak yang terdapat dalam kehidupan seseorang. Bastaman (1996) mengungkapkan bahwa makna hidup adalah serangkaian hal yang dianggap penting oleh seseorang, dan diyakini sebagai sesuatu yang benar serta dapat dijadikan sebagai tujuan hidup.

Tema besar dari aliran eksistensial—logoterapi—yang diusung oleh Viktor E. Frankl adalah bahwa kehidupan itu identik dengan penderitaan, dan bertahan hidup identik dengan penemuan makna dalam penderitaan tersebut (Allport dalam Frankl, 2004). Jika hidup memang memiliki tujuan, maka seyogyanyalah kematian ataupun penderitaan memiliki tujuannya sendiri. Kendati demikian, tidak seorangpun berhak untuk mendikte tujuan hidup orang lain. Setiap orang harus menemukan atau merumuskan sendiri tujuan hidupnya, untuk kemudian bertanggung jawab pada apa saja yang muncul dari kehidupannya tersebut.

Ancok (2003) mengungkapkan bahwa kebermaknaan hidup dapat diwujudkan melalui sebuah keinginan atau cita-cita untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain atau apapun yang secara langsung atau tidak mengaitkan dirinya, seperti pada ayah, ibu, suami, isteri, anak, tetangga, keluarga dekat, kelompok, negara, dan bahkan sebagai umat manusia. Andre (2003) mengemukakan bahwa kebermaknaan merupakan kombinasi kesanggupan manusia dalam memilih jalan hidup dan aksi untuk mewujudkan pilihannya tersebut. Seseorang akan menemukan makna hidup dengan mengarahkan dirinya untuk meraih prestasi, yang mana prestasi tersebut dianggap sebagai sesuatu yang penting.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Soleh (2001) menemukan bahwa mahasiswa unggulan memiliki tingkat kebermaknaan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa reguler. Mahasiswa unggulan dan mahasiswa reguler dibedakan menurut sistem pendidikan yang mereka dapatkan. Sistem tersebut dibedakan berdasarkan latar belakang, tujuan, peserta didik, kurikulum, lingkungan sosial, dan aspek-aspek pendukung yang bersifat koedukasi lainnya, yang pada gilirannya juga mempengaruhi status dan kualitas mahasiswa yang dihasilkan. Sartre (1956) meletakkan suatu pemahaman yang penting bahwa makna hidup akan sangat ditentukan oleh bagaimana capaian masa kini akan menuntun seseorang untuk menggapai masa depannya. Konsep ini menganggap bahwa makna hidup adalah buah dari apa yang ditanam hari ini.

Menurut konsep logoterapi (Frankl, 2004), seseorang dapat menemukan makna hidup yang dicarinya melalui tiga cara, yaitu

  1. melalui pekerjaan atau perbuatan
  2. dengan mengalami sesuatu atau melalui seseorang
  3. melalui cara atau metode dalam menyikapi suatu penderitaan yang berlaku atas dirinya.

Menurut Barnes (dalam Kristyanti, 2003), tujuan utama dari teknik logoterapi adalah mendampingi klien untuk menemukan makna hidupnya, mendukung klien untuk hidup lebih bermakna, serta membantunya untuk dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab pada apapun peristiwa dan pengalaman hidup yang harus dilaluinya.

Makna hidup juga dapat dijumpai melalui situasi dan kondisi yang kurang menguntungkan bagi seseorang, misalnya melalui penderitaan atau rasa sakit (Frankl, 2004). Namun dalam konteks ini yang perlu ditekankan adalah bahwa penderitaan atau kemalangan yang dialami oleh seseorang adalah penderitaan yang benar-benar tidak dapat dihindari (unavoidable suffering), bukan sebagai akibat dari sebuah kelalaian.

20 Comments

  1. dafiDRiau said,

    November 12, 2009 at 10:08 am

    Udah ok kok mas tapi saya saran kan untuk buat read more

    • dafiDRiau said,

      November 12, 2009 at 10:12 am

      Oh ya read more ada pada add new / edit konten dengan logo layah yang di belah.

    • reno said,

      November 14, 2009 at 1:50 pm

      terima kasih mas atas pendapatnya sangat berguna sekali bagi saya…

  2. destyyara said,

    November 13, 2009 at 2:42 pm

    gnti wrna dong

  3. humaid said,

    November 14, 2009 at 10:36 am

    salam kenal, blog anda oke lho, makasih kunjungan dan komentnya. Mari saling berbagi manfaat.

    • reno said,

      November 14, 2009 at 1:52 pm

      salam kenal juga mas semoga kita bisa saling membantu…terima kasih..

  4. Saputra MZ said,

    November 14, 2009 at 11:58 am

    Article yang mantab, sangat memotivasi, saya tunggu article anda berikutnya….!
    Blognya baru tapi dah tersusun rapi, saya yakin anda seorang yang berjiwa seni, saran saya kalau bisa tiap article dikasi gambar pendukung, untuk semangat orang dlm membaca juga.
    Ok Thanks.

    • reno said,

      November 14, 2009 at 1:51 pm

      terima kasih atas pendapat dan masukannya semoga bisa membuat saya menjadi lebih baik..

  5. IwanKus said,

    November 15, 2009 at 5:30 am

    trims sudah berkunjung…
    ehmmm…tampilan blognya sudah bagus gitu loh…
    sukses ya…

    • reno said,

      November 16, 2009 at 9:19 am

      makasih mas atas tanggapan & kunjungannya…

  6. wellsen said,

    November 17, 2009 at 3:46 pm

    salam kenal, mas Reno🙂
    saya setuju bahwa hidup itu harus punya tujuan, agar kita tahu harus ke mana melangkah dalam hidup ini..
    sukses untuk blog anda🙂

  7. maria said,

    December 9, 2009 at 12:32 pm

    tulisan anda telah mengantarku ketitik ujung makna hidup yang telah aku capai, anda telah mengingatkan , aku telah sampai kepada Dia , aku telah bersatu denganNya ,betapa indahnya. trima kasih ..,bahagia.

  8. December 9, 2009 at 1:45 pm

    SALAM KENAL dan SALING MENGUNJUNGI…
    INI BANNER SAYA, BISA DIPASANG…

    <a href=”http://dutacipta.wordpress.com” title=”DENINDO DUTA CIPTA (Pasar Baru, Jakarta-INDONESIA)” target=”_blank”>
    <img src=”http://images.cooltext.com/816309.gif” width=”150″ height=”30″ alt=”ARSITEK DISINI” /></a><br />
    <a href=”http://dutacipta.wordpress.com”>
    </a><a href=”http://cooltext.com/Logo-Design?LogoID=479655321″></a>

  9. Ana Cristina said,

    December 11, 2009 at 6:01 pm

    I’ve just added your link to my blogroll. Wish you a great weekend!

  10. MasWafa said,

    December 12, 2009 at 9:15 pm

    yeah, siip lah!!!

    by : http://www.maswafa.blogspot.com

  11. MasWafa said,

    December 12, 2009 at 9:18 pm

    thnx sob…

  12. fathur said,

    December 15, 2009 at 3:27 pm

    slm kenal

  13. Mucing said,

    December 18, 2009 at 9:09 pm

    salam kenal, blog anda oke lho, makasih kunjungan dan komentnya. Mari saling berbagi manfaat. By Mucing


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: